Monday, 21 February 2022

Budidaya Ikan Lele Mudah Cocok Untuk Pemula

 

Budidaya Ikan Lele Cocok Untuk Pemula





Ikan lele adalah salah satu ikan faforit yang disukai banyak orang dengan berbagai alasan masing – masing mulai dari mudah ditemukan sampai rasa daging yang enak dan tidak terlalu banyak duri. ikan lele adalah ikan yang mudah untuk bertahan hidup, meskipun dengan kondisi air yang keruh. Oleh karena itu lele banyak dibudidayakan di banyak daerah,karena selain enak untuk dikonsumsi ikan lele juga bernilai ekonomi bagi para peternak besar, Tidak jarang juga ikan lele yang dipelihara dalam jumlah kecil di kolam halaman rumah.

 

Berikut beberapa keuntungan Berbudidaya Ikan Lele.

·       Budidaya ikan lele bukanlah bisnis bisnis baru melainkan bisnis yang mapan dan bercuan serta disukai banyak orang.

·       Budidaya ikan lele sangat mudah dan sederhana, bahkan pemula pun juga dapat memeliharanya.

·        Jika Anda memiliki kolam kecil, tangki atau sumber air lainnya, Anda juga dapat memelihara beberapa ikan lele di dalamnya

·       Permintaan ikan lele dipasar juga sangan baik. Dan harga jualnya juga bagus.

·       Pemasaran ikan lele juga tidak perlu dikhawatirkan, karena ikan lele sudah memiliki pasar yang mapan.

·      Tidak perlu mengeluarkan banyak uang untuk memulai bisnis ini. Anda bahkan dapat memulai bisnis ini dengan sumber air yang kecil.

 

·       Ini adalah bisnis yang menguntungkan, sehingga Anda dapat memulai produksi komersial.

·      Produksi ikan lele komersial dapat menjadi sumber lapangan kerja yang sangat baik, terutama bagi masyarakat berpendidikan yang menganggur.

 

·      Lele adalah ikan bergizi dan sumber protein yang baik. Dan Anda dapat menikmati ikan lele yang segar jika Anda menanamnya sendiri

 

Cara Mudah Budidaya Ikan Lele

Memulai bisnis produksi ikan lele berskala kecil atau komersial sangatlah mudah dan sederhana, bahkan para pemula juga bisa menjalankannya.

Meski demikian adapun beberapa langkan untuk memulai bisnis budidaya ikan ini. Berikut beberapa langkah langkah unruk budidaya ikan lele :

1.    Pemilihan Kolam Untuk Budidaya Ikan Lele

Pemilihan kolam sangat penting untuk memulai berbudidaya ikan lele agar mencapai sukses dengan maksimal. Beberapa hal yang perlu diperhatikan dalam memilih kolam.

·         Pastikan lokasi kolam terbebas dari banjir.

·         Tepian kolam diusahakan kuat dan bebas dari segala jenis jilatan dan lubang. Semua ikan dapat keluar dari kolam jika terdapat lubang dibagian pinggir kolam.

·         Kedalaman kolam tidak sampai 4 kaki disaat musim penghujan.

·         Buat kolam diarea terbuka yang langsung terkena sinar matahari.

 

2.    Pengelolaan Kolam

Ikan lele dapat dibudidayakan pada kolam yang baru maupun yang sudah lama. Namun akan lebih baik jika membudidayakan ikan lele pada kolam yang sudah berumur. Jika memang harus menggunakan kolam yang baru maka harus mengolahnya terlebih dahulu seperti pengapuran kolam pemupukan dll.

 

Fungsi pemupukan dan pengapuran sendiri adalah agar kolam menjadi lebih subur dan membunuh bakteri jahar yang terdapat didasar kolam. Dengan begitu ikan akan mendapatkan pertumbuhan yang maksimal.

 

Jika memungkinkan tutup komal dengan jaring pada saat pertama kali menebar benih ikan, agar predator seperi ular katak dll tidak masuk kedalam kolam.

 

Untuk kolam baru isi kolam dengan air dan biarkan selama 2 sampai 3 hari untuk menetralkan air dalam kolam, kemudian tebarkan benih setelahnya.

 

3.    Benih Ikan

Setelah menyelesaikan persiapan kolam maka selanjutnya adalah penebaran benih ikan. Pilih benuh ikan yang berkualitas baik atau tingi dari tempat penetasan. Banya tempat penetasan benih ikan lele yang memiliki kualitas tinggi, bebas penyakit dan sangat produktif.

 

Berikan obat anti jamur kedalam kolam setelah 2 sampai 3 hari penebaran bibit ikan. Dengan memberikan anti jamur akan menjadikan ikan kecil terbebas dari banyak jenis penyakit.

 

4.       Kepadatan Benih Ikan

Anda dapan mengunakan kolam untuk membudidayakan ikan lele saja, tapi anda juga dapan menggabungkan ikan lele dengan jenus ikan lainnya seperti ikan gurame. Jika membudidayakan ikan lele digabung dengan ikan jenis lain maka perhatikan kepadatan ikan dan mungkin akan ideal dengan takaran 2500 sampai 3000 bibit per hektar. Jika hanya ikan lele saja jumlah bibit bisa ditambahkan.

Menggabungkan ikan lele dengan ikan patin, ikan nila dll, dapat memelihara sebanyak 4000 – 5000 ikan lele per hektar.

 

Menggabungkan ikan lele dengan ikan mas juga memiliki keuntungan seperti, mengurangi jumlah gas anomia dari kolam dan memastikan lingkungan ikan sehat.

 

5.       Manajemen Pakan

Manajemen pakan juga penting untuk memaksimalkan pertumbuhan. Berikan pakan sebanyak 20% dari berat ikan yang ditebar pada kolam setiap harinya selama 10 hari pertama. Kemudian setelah 10 hari pertama bisa anda kurangi menjadi 12 – 15 persen. Setelah ikan mencapai umur sekitar 1 bulan beri makan sekitar 5% sehari sesuai berat ikan.

 

Untuk mengukur berat rata – rata ikan lele, ukur berat total 10 ekor dan bagi berat total dengan 10. Misal berat total adalah 2kg, bagi dengan 10, jadi berat rata – rata satu ikan 200g.

 

Ukur berat badan ikan dalam periode tertentu dan beri makan dua kali sehari. Selalu beri makan yang cukup sesuai dengan umur dan berat badan ikan. Juka memberi pakan kurang atau tidak cukup per harinya maka pertumbuhan ikan tidak akan maksimal.

 

Dan jika terlalu bayak memberikan makan, maka makanan sisa akan mencemari ait dan biaya makan yang besar.

 

6.       Memanen Ikan Lele

Memanen ikan lele jika memungkinkan lakukan dimalam hari, karena jika dilakukan pada siang hari atau saat cuaca  yang cerah akan menurunkan kualitas ikan dan akan mengurangi harga di pasar.

 

7.       Panghasilan

Rata – rata yang didapatkan jika disertai dengan perawatan harian dan pengelolaan yang tepat adalah berkisar 4 ton dalam waktu kurang lebih 10 bulan.

 

8.       Pemasaran

Untu emasaran ikan lele bisa dibilang sangat mudah, karena ikan lele memiliki pasar yang mapan, bahkan ikan lele dapat dengan mudah dijual di pasar lokal.

 

Ikan lele memiliki permintaan pasar dan harga yang tinggi di pasar, hampir semua orang menyukai sajian olahan ikan lele. Budidaya ikan lele juga merupakan cara yang bisa dibilang cocok untuk mendapatkan penghasilan tambahan seiring dengan pekerjaan utama, dan juga menjadi sumber yang bagus untuk memenuhi kebutuhan nutrisi keluarga.

 

Sekian Tentang Budidaya Ikan Lele, semoga dapat bermanfaat.

Mempersiapkan Tambak Udang Untuk Panen Maksimal

 

4 Persiapan Tambak Udang



Budidaya udang untuk meraup cuan yang banyak pasti tidak lepas dari tambak yang baik dan memenuhi standar. Oleh karena itu perlu melakukan persiapan pada tambak yang akan digunakan untuk berbudidaya udang, ada 4 cara dalam mempersiapkan tambak yang baik untuk membudidayakan udang agar pertumbuhan udang dapat maksimal, sebagai berikut :

1.     Pengeringan Tambak

Cara awal dalam mempersiapkan tambak udang adalah dengan mengeringkan terlebih dahulu tambak. Pengeringan tambak ini berfungsi untuk bakteri bakteri berbahaya yang terdapat pada tambak.

 

Biarkan tambak dalam kondisi kering semala kurang lebih 3 hari untuk memastikan bakteri yang ada didalam tambak sudah mati.

 

2.     Pembajakan Tambak

Setelah tambak sudah kering, selanjutnya dapat dilakukan kegiatan membajak tanah. Dengan membajak tanah maka akan dapat mengangkat lumpur dan menghilangkan bau busuk serta bisa untuk membersihkan tambak dari sampah sampah yang tenggelam didasar tambak.

 

3.     Mengembalikan kadar pH pada Tanah

Tingkat keasaman pada air dapat mempengaruhi pertumbuhan udang, bahkan pada tingkat keasaman tertentu dapat menyebabkan kematian pada udang.

 

Dalam membudidayakan udang, memerlukan ideal tingkat keasaman 7.5 hingga 8.5 pH. Pada tingkat 7.5 hingga 8.5 udang akan mencapai pertumbuhan yang cukup baik bahkan bisa dibilang pertumbuhan maksimal.

 

Namun pada umumnya, tambak memilki tingkat keasaman dibawah 7 pH, untuk memastikan tingkat pH air dalam tambak dapat menggunakan alat untuk mengukur pH atau pH meter.

 

Setelah mengetahui nilai pH pada air tambak gunakan dolomite atau kapur pertanian untuk menetralkan pH pada air.

 

Dosis dolomite atau kapur tanah :

·        pH < 4 – gunakan kapur sebanyak 500 – 1000kg/ha.

·        pH 5 - 6 – gunakan kapur sebanyak 250 – 500kg/ha.

·        pH 6 - 6++  – gunakan kapur sebanyak 100 – 250kg/ha.

Cara pengapuran pada tambak udang dapat dilakukan dengan mencampurkan kapur/dolomite secara merata, kemudian taburkan pada tambak dan diamkan selama 2 – 3 hari.

4.     Persiapan Tambak

Setelah pH pada tanah sudah normal, langkah selanjutnya adalah :

 

1.     Pemberian kарur pertanian (CаCO₃) 100 – 300 Kg/Ha, kарur tоhоr [Cа(OH)₂] 50 -100 Kg/Hа dаn Dolomit [CаMg(CO)₃] ѕеbаnуаk 200 – 300 Kg/Ha. 

2.     Pеmuрukаn оrgаnіс dеngаn рuрuk kаndаng dаn penyemprotan GDM Blасk BOS dоѕіѕ 5 Kg/Ha secara mеrаtа. 

3.     Pеmuрukаn Urea 10 m- 20 Kg/Hа, SP 36 ѕеbаnуаk 5 – 10 Kg/Ha. 

4.     Pеmbеrіаn ѕароnіn 10 – 12 ррm dаn dіаmkаn 2 – 3 hari untuk memberantas hama реnуаkіt уаng аdа dі kolam 

5.     Pеngіѕіаn аіr secara bertahap dan арlіkаѕі Suрlеmеn Orgаnіk Cаіr GDM Sреѕіаlіѕ Tаmbаk 6 lіtеr/Hа. 

6.     Penumbuhan рlаnktоn sebagai раkаn аlаmі benur/udang dеngаn арlіkаѕі rutin Suplemen Organik Cаіr GDM Sреѕіаlіѕ Tаmbаk 6 liter/Ha ѕеmіnggu ѕеkаlі.

7.     Penumbuhan рlаnktоn sebagai раkаn аlаmі benur/udang dеngаn арlіkаѕі rutin Suplemen Organik Cаіr GDM Sреѕіаlіѕ Tаmbаk 6 liter/Ha ѕеmіnggu ѕеkаlі. 

 

Sekian tips untuk mempersiapkan tambak untuk berbudidaya udang, semoga dapat bermanfaat.

Jika ada kesalahan saya mohon maaf dan bisa tambahkan koreksi pada kolom komentar.

Sunday, 20 February 2022

Cara Budidaya Udang Vaname Cepat Panen

Cara Budidaya Udang Vaname 


    Udang bernilai Ekonomi, selain bernilai ekonomi Udang juga memiliki banyak kandungan gizi yang baik seperti kalsium, potassium, fosfoe hingga asam lemak omega 3 yang baik untuk menjaga kesehatan jantung sekaligus dapat mengurangi peradangan.

 

    Udang Vaname adalah udang yang berasal dari wilayah pantai barat Amerika. Secara morfologi udang vaname memiliki tubuh berbuku-buku dan aktivitas berganti kulit luar (eksoskeleton) secara periodik (moulting). Bagian tubuh udang vaname digunakan untuk makan, bergerak, membenamkan diri ke dalam lumpur (burrowing), menopang insan, serta organ sensor seperti antena dan antenula.

 

 

    Udang vaname mamiliki tubuh yang dibalut kulit tipis keras berbahan chitin dengan warna putih kekuningan dan kaki juga berwarna putih. Untuk ukuran tubuhnya sendiri jika dibandingkan dengan udang windu dan udang jrebug, udang waname memiliki ukurang yang terbilang lebi kecil.

 

    Untuk budidaya udang vaname dapat dibilang mudah, dengan ketentuan harus menyiapkan tempat yang baik untuk budidaya udang vaname.

Beberapa persiapan yang perlu disispkan untuk udang vaname sebagai berikut :

 

1.     Persiapan Tambak Udang Vaname

    Tujuan mempersiapkan tambak adalah untuk mempercepat proses oksidasi yang dapat menetralkan keasaman pada tanah, membuang gas-gas beracun yang terdapat pada dasar tambak dan membunuh bibit bibit penyakit.

untuk cara mempersiapan tambak anda dapat membacanya di "Mempersiapan Tambak Udang"

 

2.     Pemilihan Benur dan Cara Penebaran

    Pemilihan benur akan sangat berpengaruh dalam kesuksesan berbudidaya udang vaname, ciri - ciri benur yang baik untuk budidaya adalah sebagai berikut.

1.     Benih memiliki ukuran yang seragam juga memiliki organ tubuh yang lengkap dan tidak cacat.

2.     Bentuk tubuh ramping memanjang.

3.     Tubuh udang berwarna jernih dan bersih dari kotoran dan lumut.

4.     Bergerak dengan lincah dan aktif.

 

Sebelum menebar benih kedalam tambak sebaiknya kondisikn dahulu suhu air bawaan dari udang dengan suhu air dalam tambak, hal ini bertujuan untuk menghindarkan benur dari stres karena perbedaan suhu.

 

Rekomendasi padat tebaran benih berkisar antara 100 -125 ekor/ M².

 

3.  Mengatur Pakan Udang Vaname

    Pemberian pakan bisa menggunakan pelet dan disesuaikan dengan usia pertumbuhan dari udang sendiri.

 

Pemberian pakan dapat dilakukan 2 - 3 kali sehari pada beberapa hari pertama penebaran bibit karena masih terdapat pakan alami yang cukup. Seirin dengan pertumbuhan udang, pemberian pakat dapat disesuaikan mungkin sampai 5 – 6 kali sehari dengan takarang 50% dari bobot udang pada awal pertumbuhan yang kemudian menurun sampai 3% pada saat menjelang masa panen. Pemberian makan bertujuan untuk mempecepat pertumbuhan udang sendiri.

 

Pemberian Probiotuk atau Suplemen Organic Cair GDM Spesialis Perikanan 6 liter/hektar sebanyak seminggu sekali melalui air kolam dan melalui pakan dengan dosis 10 ml/Kg pakan setiap harinya.

 

Manfaat pemberian Suplemen adalah sebagai berikut :

1.     Menjaga kualitas air.

2.     Menumbuhkan plankton untuk asupan pakan alami.

3.     Meningkatkan kekebalan udang terhadap penyakit.

4.     Menyeinmbangkan bakteri dalam usus udang.

5.     Meningkatkan pencernaan pakan dan daya serap nutrisi pakan.

6.     Mempercepat masa panen dan dapat menghemat pemberian pakan.

 

4.     Menjaga Kualitas Air

    Menjaga kualitas air juga dapat mempengaruhi kecepatan menuju musim panen. Menjaga kualitas air dapat dilakukan seperti menjaga ketinggian air tambak, mengukur ph air, kandungan oksigen terarut, kadar ammonia dan kejernihan air.

    Suhu air yang ideal untuk budidaya udang berkisar antara 28°C - 30°C. Pada suhu yang tinggi dapat meningkatkan keasaman dan reaksi NH₃ pada air. Keasaman air atau ph air dapat diusahakan pada 7,5 – 8,5.

 

    Kadar garam atau salinitas yang diperlukan untuk pertumbuhan udang umur 1-2 bulan berkisar 15 – 25 ppt. Setelah melebihi umur 2 Bulan kadar garam dalam air dapat antara 5 – 30 ppt. kandungan Oksigen terlarut dalam air dapat berkisar 4-6 ppm. Kadar Oksigen dapat ditingkatkan menggunakan Kincir Air yang diletakan pada tambak. Penggunaan kincir air dan Suplemen Spesialis Perikanan dapat menurunkan kadar ammonia dalam air kaerna sisa pakan berlebih dari udang akan dapat diuraikan oleh bakteri – bakteri dari Suplemen.

 

    Ammonia dapat berasal dari sekresi udang maupun sisa bahan organic pada air. Ammonia ini selanjutnya akan dioksidasi dalam proses nitrifikasi. Nitrit akan berbahaya pada udang karena mempengaruhi transport oksigen dalam darah dan merusak jaringan. Kadar nitrit 6,4 ppm dapat menghambat pertumbuhan udang hinggan 50%.

 

5.     Panen dan Pasca Panen Udang Vname

    Umur panen udang vaname dapat bermacam macam sampai 100 hari atau dapat diukur dengan berat 16 – 20 gram/ekor. Panen biasanya dapat dilakukan pada malam hari untuk menjaga mutu dari udang vaname.

 

    Kegiatan panen udang vaname dapat mengukuti cara berikut :

1.     Cuci udang untuk menghiangkan lumpur dan kotoran.

2.     Sortir udang berdasarkan dengan ukuran dan mutu.

3.     Timbang udang vaname dan,

4.     Masukan udang vaname dalam box container serta masukan es secara berlapis atau mencampur untuk menjaga agar udan tetap segar.

 Baca Juga "Mempersiapan Tambak Udang"

 

Sekiat dari saya, semoga bermanfaat.  

Cara Memelihara

Senang Berbagi & Semoga Bermanfaat