Showing posts with label Budidaya. Show all posts
Showing posts with label Budidaya. Show all posts

Thursday, 3 March 2022

9 Sayuran Yang Dapat Ditanam Dihalaman Rumah

 

9 Sayuran Yang Dapat Ditanam Dihalaman Rumah

 


Menanam sayuran di pekarangan rumah memiliki banyak manfaat, termasuk dapat langsung dipanen sendir dan diolah menjadi hidangan segar, sehat dan lezat. Untuk menanam sayuran di pekarangan rumah, tidak harus membutuhkan lahan yang luas.

Menanam sayuran dibotol bekas, didalam pot, taman, atau bahkan balkon juga bisa dijadikan unuk tempat menanam sayuran.

Manfaat menanam sayur di rumah ada banyak, seperti kita mengetahui pupuk apa yang digunakan atau obat untuk sayuran apa yang digunakan dan pastinya dapat memastikan kalau tanaman sayuran sehat untuk dikonsumsi tanpa mengandung bahan kimia.

Untuk mendapatkan hasil panen yang terbaik, harus memastikan kalau kebun atau pot yang digunakan menanam sayuran menerima sinar matahari langsung selama 8 jam. Namun ada juga tanaman yang membutuhkan suhu yang berbeda.

Brikut beberapa jenis sayuran yang dapat ditanam di pekarangan rumah :

  1. SeladaSelada menyukai cuaca dingin dan tumbuh dengan baik ketika ditanam dari biji. Ini juga merupakan pilihan yang bagus untuk ditanam di pot dekat jendela karena akarnya dangkal. Jaga agar tanaman tetap lembab saat benih tumbuh, lalu panen saat daunnya panjangnya sudah dirasa cukup.
  2. TomatTomat juga dapat ditanam dihalaman rumah karena pohonnya kecil dan jika berbuah tomat juga bisa seperti hiasan, tomat juga mudah ditanam dan cepat panen. Jenis tertentu memiliki buah yang dapat matang dalam waktu singkat, tingginya akan tetap sekitar 30 cm hingga 1,2 meter. Tomat ceri adalah yang terbaik untuk pemula, dan banyak varietas baru tetap bagus dan kompak membuatnya ideal untuk tumbuh dalam wadah.
  3. Buncis dan kacang-kacangan Buncis merupakan salah satu sayuran yang termasuk dalam jenis kacang-kacangan, buncis juga termasuk tanaman yang sangat produktif. Semakin banyak dipanen, semakin banyak yang akan dihasilkan oleh tanaman ini.
  4. Cabai - Cabai menyukai cuaca yang panas, dan mereka tumbuh dengan baik di tanah, wadah, atau di teras dan dek yang tersorot  banyak cahaya.
  5. Tanaman rempah – rempah atau lalapan Bahkan jika hanya memiliki balkon yang kecil, masih bisa menanam tanaman herbal. Sangat menyenangkan untuk memotong beberapa daun untuk pelengkap setiap makan, dan itu jauh lebih murah daripada harus membeli di toko. Tanaman herbal tumbuh sama baiknya meskipun ditanam didalam pot atau di tanah. Tanaman rempah atau lalapan juga dapat ditanam dari benih.
  6. Mentimun - Sebagian besar jenis mentimun adalah tanaman merambat yang menyukai panas, jadi untuk menanamnya juga memerlukan tempat untuk tempat merambatnya. Dapat juga menyediakan kandang atau teralis bagi mereka untuk memanjat secara vertikal, yang akan memakan lebih sedikit ruang di halaman. Tanaman ini akan bertumbuh baik jika ditanam langsung di tanah.
  7. Kale - Sayuran sehat ini sangat kuat dan tidak peduli dengan cuaca dingin. Kale paling baik ditanam di tanah di halaman, baik dari biji atau transplantasi. Jika memiliki ruang terbatas, kale bisa ditanam dalam pot dan memanennya saat masih muda dan empuk.
  8. Terong - Terong adalah tanaman sayuran yang suka panas, dan beberapa jenis lebih padat sehingga dapat ditanam di pot. Carilah varietas yang menghasilkan terong panjang, ramping, atau bahkan berbentuk bulat. Yang terbaik adalah menggunakan transplantasi kecuali jika sudah mulai menanam di dalam ruangan sekitar delapan minggu sebelum musim hujan berakhir.
  9. Bayam - Bayam adalah tanaman sayuran yang dapat tumbuh dengan cuaca dingin. Jika tinggal di iklim panas, carilah varietas bayam yang tahan panas. Bayam juga termasuk sayuran yang mudah ditanam dan cepat panen, memanen dapat memilih daun muda, atau biarkan matang untuk digunakan sebagai tumis, sup, atau salad.

 

9 tanaman sayuran tadi juga termasuk jenis sayuran yang cocok dibudidayakan di lahan sempit.

 

 

Sekian 9 Tanaman Sayuran Yang Dapat Ditanam di Halaman Rumah, semoga bermanfaat.



Wednesday, 2 March 2022

Tips Budidaya Ikan Lele di Kolam Terpal Yang Mudah Untuk Pemula

 

 Tips Budidaya Ikan Lele di Kolam Terpal Yang Mudah Untuk Pemula



Ikan lele adalah salah satu ikan faforit yang disukai banyak orang dengan berbagai alasan masing – masing mulai dari mudah ditemukan sampai rasa daging yang enak dan tidak terlalu banyak duri.

Ikan lele adalah ikan yang mudah untuk bertahan hidup, meskipun dengan kondisi air yang keruh. Oleh karena itu lele banyak dibudidayakan di banyak daerah,karena selain enak untuk dikonsumsi ikan lele juga bernilai ekonomi bagi para peternak besar, Tidak jarang juga ikan lele yang dipelihara dalam jumlah kecil di kolam halaman rumah.

Budidaya ikan lele tidaklah terlalu rumit karena benihnya mudah untuk didapatkan dan perawatannya juga tidak rumit.

Berikut cara budidaya ikan lele bagi pemula mulai dari persiapan hingga panen

1.    Mempersiapkan Kolam

Sebelum membeli bibit ikan lele, sebaiknya buat dulu kolam yang terbuat dari terpal. Caranya, regangkan terpal hingga berbentuk seperti kolam. Kemudian berdiri tegak dengan menyangkal besi, atau bisa juga dengan mengatur batu bata ke tepi.

2.    Pengisian Kolam

Setelah kolam selesai, isi dengan air setinggi 20-30 cm. Kemudian, biarkan air di dalamnya sekitar 7 hingga 10 setiap hari. Ini dilakukan untuk pembentukan lumut dan fitoplankton. Setelah itu, tambahkan lebih banyak air dengan ketinggian 80-90 cm.

3.    Pengkondisian Kolam Terpal

Setelah dibiarkan selama 7-10 hari, bau kolam mungkin tercium sedikit amis dan menyengat. Nah, untuk menghilangkan baunya, bisa menggunakan cara menaburkan irisan daun singkong dan daun pepaya.

4.    Pilih Bibit Lele yang Unggul

Tidak hanya fokus membuat kolam, keberhasilan budidaya ikan lele juga tergantung pada kualitas benih yang dipilih. Untuk hasil yang maksimal, pilih benih berkualitas unggul.

 

Pilih benih ikan lele unggul yang sehat dan lebih besar. Bibit ikan lele unggul biasanya lebih agresif dan lincah saat diberi makan dan warnanya sedikit lebih cerah.

5.    Pastikan Ukuran Bibit Lele

Saat akan menyebarkan bibit ikan lele, pertama-tama pisahkan ukuran besar dengan yang kecil. Untuk apa? Hal ini untuk menghindari ikan lele makan sesama, mengingat ikan lele adalah hewan kanibal.

6.    Pemeliharaan Harian

Setelah bibit ikan lele tersebar, bukan berarti selesai dengan dibiarkan begitu saja. Petani lele terpal harus menyortir ikan lele yang berusia sekitar 20 hari.

 

Pisahkan sesuai dengan ukuran dengan kolam yang berbeda. Perlu diketahui, warna air pada kolam terpal yang baik adalah hijau. Nah, jika warnanya sudah keruh dan mulai gelap segera lakukan penggantian air.

7.    Musim Panen

Kapan ikan lele bisa dipanen? Ikan lele bisa mulai dipanen jika usia ikan lele berusia sekitar 90 hari sejak hari menyebarkan bibit.

 

Untuk mengambil panen, cobalah untuk memakai sarung tangan. Atau agar lebih aman, gunakan jaring atau serokan besar.

 

Pemanenan dapat dilakukan pada kondisi pagi hari atau saat cahaya yang tidak terlalu kuat.

 

Untu pemasaran ikan lele bisa dibilang sangat mudah, karena ikan lele memiliki pasar yang mapan, bahkan ikan lele dapat dengan mudah dijual di pasar lokal. Ikan lele memiliki permintaan pasar dan harga yang tinggi di pasar, hampir semua orang menyukai sajian olahan ikan lele.

Budidaya ikan lele juga merupakan cara yang bisa dibilang cocok untuk mendapatkan penghasilan tambahan seiring dengan pekerjaan utama, dan juga menjadi sumber yang bagus untuk memenuhi kebutuhan nutrisi keluarga.

 

Sekian Tips Budidaya Ikan Lele di Kolam Terpal Yang Mudah Untuk Pemula, semoga bermanfaat.

Monday, 28 February 2022

Cara Budidaya Ikan Gabus yang Memiliki Banyak Manfaat

 

Cara Budidaya Ikan Gabus yang Memiliki Banyak Manfaat

 


Ikan gabus adalah jenis ikan predator yang hidup di air tawar. Ikan ini dikenal dengan banyak nama di berbagai daerah: dolak Kapuas Hulu, Kalbar, bocek dari riau, aruan, haruan (Mly., Bjn), gabus (Btw.), bogo (Sd.), bayong, bogo, licingan (Bms.), kutukan (Jw.), kabos (Mhs.), gabos (Plbg.), rutiang (bahasa Minangkabau) dan lain-lain. Dalam bahasa Inggris juga disebut dengan berbagai nama seperti snakehead umum, murrel snakehead, chevron snakehead, snakehead bergaris dan aruan. Nama ilmiahnya adalah Channa striata (Bloch, 1793).

 

Ikan gabus jantan dan betina dapat dibedakan dengan mudah. Caranya adalah dengan melihat tanda-tanda pada tubuh. Laki-laki ditandai dengan kepala lonjong, warna tubuh yang lebih gelap, lubang genital memerah dan ketika dipijat cairan putih bening. Betina ditandai dengan kepala bulat, warna tubuh yang lebih cerah, perut membesar dan lembek, ketika dipijat telur. Ibu itu laki-laki dan pasti mencapai 1 kg.

 

Memilih Indukan Ikan Gabus

Berikut beberapa tips untuk memilih indukan ikan gabus :

1.      Agar bisa dijadikan indukan, usahakan memilih ikan gabus yang sudah mencapai gonad matang. Gabus induk yang telah matang gonad biasanya berukuran 150-185 milimeter.

2.      Ciri-ciri ikan jantan dewasa dapat dilihat dari adanya titik di lubang genital. Warnanya agak kemerahan. Ketika ditekan, cairan bening akan keluar. Berat ikan ini setidaknya sekitar 1 Kg.

3.      Sementara itu, ikan betina yang telah matang gonad ditandai dengan perut membesar atau buncit dan lembek. Ciri - ciri lain adalah lubang di area genital berwarna kemerahan. Saat dipijat, perut akan mengeluarkan telur.

4.      Kematangan Gonad sangat dipengaruhi oleh usia. Ikan jantan akan mematangkan gonad terlebih dahulu daripada ikan betina. Ikan gabus jantan umumnya akan matang pada usia satu tahun. Sementara itu, ikan betina akan mengalami gonad dewasa pada usia 4 tahun.

5.      Selain usia, kematangan gonad juga dipengaruhi oleh pakan. Pakan adalah komponen penting dalam kematangan gonad ini, terutama di ovarium betina. Selain itu, pakan juga akan mempengaruhi fekocalitas dan kualitas telur.

6.      Pertumbuhan dan pematangan gonad terjadi ketika ada kelebihan energi yang diperoleh dari makanan untuk pemeliharaan tubuh.

7.      Pemeliharaan induk ikan gabus yang diperoleh dari hasil tangkapan alami dapat dilakukan di tanah, beton, atau kolam serat. Sebaiknya, Anda menggunakan kolam berukuran 8 meter × 6 meter × 1 meter.

 

 

Pemijahan Ikan Gabus

Pemijahan dapat dilakukan di bak beton atau fiberglass, dan dapat dengan mengikuti cara berikut ini :

1.      Siapkan bak beton berukuran panjang 5 m, lebar 3 m dan tinggi 1 m.

2.      Keringkan selama 3 – 4 hari.

3.      Isi dengan air hingga setinggi 50 cm dan biarkan mengalir selama pemijahan.

4.      Sebagai stimulan pemijahan, letakkan eceng gondok atau sejenisnya, untuk menutupi bagian permukaan bak.

5.      Memasukkan 30 induk betina, dan 30 indukan jantan.

6.      Biarkan ia menjajah sampai bertelur.

7.      Ambil telur dengan sekupnet halus.

8.      Telur siap ditetaskan.

Untuk mengetahui terjadinya pemijahan, dapat dilakukan pengendalian setiap hari. Telur mengapung di permukaan air. Satu induk betina dapat menghasilkan telut sebanyak 10.000 – 11.000 Butir Telur.

 

Penetasan Telur Ikan Gabus

Penetasan telur dapat dilakukan di akuarium. Dengan cara sebagai berikut :

1.      Siapkan akuarium berukuran panjang 60 cm, lebar 40 cm dan tinggi 40 cm.

2.      Isi dengan air bersih setinggi 40 cm.

3.      Pasang dua titik aerasi (dapat menggunakan Airator) dan nyalakan selama proses penetasan.

4.      Usahakan untuk pasang pemanas air hingga 28 celcius.

5.      Memasukkan telur dengan kepadatan 4 - 6 butir / cm2;

Telur biasanya akan menetas dalam waktu 24 jam. Hingga dua hari, larva tidak perlu untuk diberi makan, karena mereka masih mempunyai cdangan makanan.

 

Merawat Larva / Burayak Ikan Gabus

Pemeliharaan larva dilakukan setelah berumur 2 hari setelah menetas hingga usia 15 hari, pemeliharaan juga dapat dilakukan di akuarium yang sama tanpa harus memindahkan dengan kepadatan 5 ekor / liter.

Jika aquarium sudah terasa sempit, sebaiknya larva dapat dipindahkan ke akuarium lain. Pada usia 2 hari, larva diberi makan dalam bentuk naupli artemia dengan frekuensi 3 kali sehari. Setelah berusia 5 hari, larva dapat diberi pakan tambahan dalam bentuk daphnia 3 kali sehari, secukupnya.

Untuk menjaga kualitas air, dilakukan sifon, dengan menghilangkan kotoran dan sisa pakan serta dapat melakukan penggantian air sebanyak 50%. Sifon dapat dilakukan setiap hari, atau tergantung pada kualitas air.

 

Pendederan / Penebaran Benih untuk Pembesaran Ikan Gabus

Untuk pendederan ikan gabus bisa dilakukan di kolam tanah. Dengan cara sebagai berikut :

1.      Siapkan kolam berukuran 200 m2.

2.      Biarkan dan keringkan selama 4 - 5 hari, untuk memastikan tidak ada bakteri jahat yang dapat merusak pertumbuhan ikan.

3.      perbaiki semua bagian sisi kolam jika diperlukan, dan pastikan tidak ada lobang di pinggir kolam yang dapat menyebabkan ikan keluar dari kolam.

4.      Buat kemalir dengan lebar 40 cm dan tinggi 10 cm.

5.      Ratakan bagian dasar tanah.

6.      Masukan 5 - 7 karung kotoran ayam atau puyuh, sebagai pemupukan.

7.      Isi dengan air setinggi 40 cm dan biarkan selama 5 hari (air tidak mengalir).

8.      Tebarkan 4.000 larva ikan gabus di pagi hari,usahakan dalam kondisi cahaya yang tidak terlalu kuat.

9.      Setelah 2 hari, berikan 1 – 2 kg tepung pelet atau pelet yang sudah direndam.

Panen benih dapat dilakukan setelah usia mencapai 3 minggu.

 

Sekian Cara Budidaya Ikan Gabus yang Memiliki Banyak Manfaat, semoga bermanfaat.

Tuesday, 22 February 2022

Tips Agar Artemia Tahan Lama

 

Tips Agar Artemia Lebih Tahan Lama

 




Artemia adalah pakan bergizi tinggi yang dapat diberikan untuk makanan larva ikan / anakan ikan, seperti anakan ikan hias termasuk Ikan Cupang. Artemia memiliki ukuran yang sangat kecil sehingga cocok untuk diberikan sebagai makanan anakan ikan (burayak) atau larva ikan yang masih berumur sekitar 3 hari atau yang sudah mulai makan sendiri sebelum dapat memakan makanan seperti cacing, jentik nyamuk atau yang lainnya.

Artemia bisa hidup di pesisiran yang memiliki kadar garam cukup tinggi. Hewan air satu ini dapat bertumbuh baik pada suhu kisaran 25 – 30 derajat Celcius.

Untuk pecinta ikan hias atau untuk peternak ikan hias terutama ikan – ikan kecil, tidak perlu repot – repot mencari artemia dipesisiran, karena sekarang sudah ada yang menyediakan dan menjual telur artemia yang dapat ditetaskan sendiri dirumah menggunakan peralatan yang ada dirumah.

Artemia membutuhkan waktu sekitar 24 Jam untuk menetas, namun harus didukung dengan kondisi yang diperlukan seperti, air harus mengandung garam atau asin dan diberi gelembung air atau airator untuk menimbulkan efek mengaduk pada air.

Berikut cara sederhana untuk menetaskan tekur artemia :

1.      Gunakan toples 10 liter dan isi dengan air sebanyak 5 liter saja. Atau dapat menggunakan botol 1,5 literan dan sesuaikan airnya.

2.     Kasih garam sebanyak kira - kira cukup untuk mengubah air biasa serasa seperti air laut atau 2 genggam untuk toples 10 liter.

3.    Masukan airator kedalam wadah tersebut dan biarkan sampai garam larut dalam air.

4.     Setelah garam larut, masukan telur artemia sebanyak 1 sendok teh atau sesuai dengan keperluan dan disesuaikan dengan wadah.

5.       Pastikan airator cukup kuat untuk membuat efek arus atau untuk mengaduk – aduk air.

6.       Biarkan selama 24 jam, setelah itu artemia sudah siap untuk dipanen.

 

Artemia biasanya hanya dapat bertahan selama 1 – 2 hari saja dengan lingkungan air asin yang tanpa arus atau tenang.

Karena artemia sulit untuk bertahan lama, boleh untuk menyimak cara berikut untuk artemia agar tahan lama atau agar artemia bisa hidup lebih lama. Berikut Cara Agar Artemia Hidup Lebih Lama :

1.       Siapkan wadah yang berukuran cukup untuk menampung artemia, usahakan jangan yang terlalu sempit, anda dapat menggunakan toples yang memiliki ukuran yang tidak terlalu smpit.

2.       Isi wadah dengan air sekitar 80% – 90% dari ukuran wadah.

3.      Tambahkan garam ikan secukupnya kira – kira terasa seperti air laut. Gunakan garam dapur arau krosok juga bisa jika belum tersedia garam ikan.

4.      Berikan oksigen atau airator untuk membuar efek air memutar agar terjadi potaran arus air.

5.     Pastikan dan usahakan agar suhu tetap terjaga pada suhu yang tidak melebihi 30 derajat Celcius.

 

Berikut adalah pengalaman pribadi dalam menjaga artemia agar dapat bertahan hidup lebih lama.


Artemia juga ada yang dijual di pasar ikan namun tidak perlu ditetaskan (sudah tinggal diberikan kepada ikan) yaitu Artemia Polar Red.


POLAR RED adalah telur artemia tanpa cangkang yang memiliki kandungan nutrisi lengkap untuk burayak ikan kesayangan anda.


Keungulan yang didapat dengan memberikan makan burayak ikan menggunakan artemia yaitu :

Pertumbuhan ikan yang baik, mengandung banyak energi dan gizi yang tinggi, ukuran cukup untuk burayak ikan sehingga ikan akan mendapatkan makanan yang cukup dengan gizi yang baik sehingga dapat memacu pertumbuhan yang maksimal.

 

Sekian Tips Agar Artemia Lebih Tahan Lama, semoga dapat bermanfaat.


Resep Makanan Agar Koi Cepat Besar

 

Resep Makanan Untuk Ikan Koi Agar Cepat Besar


Koi atau secara spesifikasinua, koi berasal dari bahasa Jepang yang memiliki arti Ikan Kalper. Lebih spesifikasi lagi merujuk pada ninshikigoi, yang kurang lebih memiliki makna ikan kalper yang bersulam emas atau perak.

 

Di Jepang, koi menjadi semacam simbol cinta dan persahabatan. Itu karena koi merupakan homofon atau dalam katalain bermakna Kasih Sayang atau Cinta.

 

Ikan Koi adalah sejenis ikan yang termasuk kedalam ikan mas (Cyprinus Carpio) yang mempunyai ornamen yang sangat indah dan jinak.

 

Ikan Koi biasanya dipelihara sebagai hiasan dengan tujuan keindahan dan keberuntungan di dalam rumah dan diluar rumah pada sebuah kolam atau taman air karena ikan koi dipercaya membawa keberuntungan.

 

Di Indonesia Ikan Koi juga sering disebut dengan sebutan “ikan mas koi” karena ikan koi sangat dekat dan berkerabat dengan ikan mas.

 

Jenis ikan koi dibedakan berdasarkan perbedaan warna, pola dan ukurannya. Beberapa unsur warna pada ikan koi adalah Putih, Hitam, Merah, Kuning, biru dan krem.

 

Jenis Ikan Koi yang paling dikenal adalah jenis “Gosanke”, yaitu yang terdiri dari Kohaku, Taisho Sanshoku dan Sanshoku.

 

Bagi penghobi ikan koi atau yang senang memelihara ikan, tentu tidak asing dengan jenis – jenis ikan koi. Ikan koi yang juga dikenal dengan sebutan kalper tersebut memiliki nama ilmiah Cyprinus Carpio.

 

Sudah banyak orang yang memelihara ikan koi baik itu di rumah makan, dan dijadikan hiasan atau untuk mempercantik halaman taman rumah. Baik dipelihara di kolam halaman rumah, taman halaman rumah, bahkan di aquarium.

 

Banyaknya yang memelihara dan menghobikan ikan koi, terkadang ada yang merasa gemas dengan pertumbuhan ikan koi yang dapat dibilang lumayan lambat. Dari perasaan itulah sempat terfikirkan cara bagaimana Ikan Koi agar cepat bertumbuh besar secara alami.

 

Kali ini saya akan sharing tentang “Makanan Racikan” yang dapat membantu mempercepat pertumbuhan Ikan Koi.

 

Maski trik ini masih jarang diketahui oleh banyak orang pecinta koi dan yeng memelihara dirumah, namun apa salahnya kita mencoba membuat racikan makanan ini untuk Ikan Koi kesayangan kita.

 

          Resep Agar Ikan Koi Cepat Besar :

Bahan – bahan yang perlu kita disiapkan adalah sebagai berikut :

1.     Pelet/Pur pakan ikan yang memiliki protein tinggi.

2.     Susu bubuk atau lebih baik menggunakan susu sapi murni, karena kandungan protein dalam susu sapi murni sangat tinggi.

3.     Air tawar.

4.     Wadah / tempat untuk mencampur bahan – bahan.

 

Resep Pembuatan Makanan Koi Agar cepat Besar.

Tahapannya sebagai berikut :

1.     Campurkan susu dengan air dan tanpa menambahkan gula atau tanpa gula.

2.     Aduk dan pastikan susu tidak terlalu kantal.

3.     Masukan pakan ikan atau pelet ikan yang memilki tinggi protein.

4.     Biatkan dan tunggu hingga susu meresap kedalam pelet atau pur ikan (sekitar 10 menit).

5.     Setelah meresap, pakan sudah siap untuk diberikan kepada Koi Kesayangan.

 

 

Sekian Resep Agar Koi Cepat Besar, Semoga Bermanfaat.

 

 

  

Monday, 21 February 2022

Budidaya Ikan Lele Mudah Cocok Untuk Pemula

 

Budidaya Ikan Lele Cocok Untuk Pemula





Ikan lele adalah salah satu ikan faforit yang disukai banyak orang dengan berbagai alasan masing – masing mulai dari mudah ditemukan sampai rasa daging yang enak dan tidak terlalu banyak duri. ikan lele adalah ikan yang mudah untuk bertahan hidup, meskipun dengan kondisi air yang keruh. Oleh karena itu lele banyak dibudidayakan di banyak daerah,karena selain enak untuk dikonsumsi ikan lele juga bernilai ekonomi bagi para peternak besar, Tidak jarang juga ikan lele yang dipelihara dalam jumlah kecil di kolam halaman rumah.

 

Berikut beberapa keuntungan Berbudidaya Ikan Lele.

·       Budidaya ikan lele bukanlah bisnis bisnis baru melainkan bisnis yang mapan dan bercuan serta disukai banyak orang.

·       Budidaya ikan lele sangat mudah dan sederhana, bahkan pemula pun juga dapat memeliharanya.

·        Jika Anda memiliki kolam kecil, tangki atau sumber air lainnya, Anda juga dapat memelihara beberapa ikan lele di dalamnya

·       Permintaan ikan lele dipasar juga sangan baik. Dan harga jualnya juga bagus.

·       Pemasaran ikan lele juga tidak perlu dikhawatirkan, karena ikan lele sudah memiliki pasar yang mapan.

·      Tidak perlu mengeluarkan banyak uang untuk memulai bisnis ini. Anda bahkan dapat memulai bisnis ini dengan sumber air yang kecil.

 

·       Ini adalah bisnis yang menguntungkan, sehingga Anda dapat memulai produksi komersial.

·      Produksi ikan lele komersial dapat menjadi sumber lapangan kerja yang sangat baik, terutama bagi masyarakat berpendidikan yang menganggur.

 

·      Lele adalah ikan bergizi dan sumber protein yang baik. Dan Anda dapat menikmati ikan lele yang segar jika Anda menanamnya sendiri

 

Cara Mudah Budidaya Ikan Lele

Memulai bisnis produksi ikan lele berskala kecil atau komersial sangatlah mudah dan sederhana, bahkan para pemula juga bisa menjalankannya.

Meski demikian adapun beberapa langkan untuk memulai bisnis budidaya ikan ini. Berikut beberapa langkah langkah unruk budidaya ikan lele :

1.    Pemilihan Kolam Untuk Budidaya Ikan Lele

Pemilihan kolam sangat penting untuk memulai berbudidaya ikan lele agar mencapai sukses dengan maksimal. Beberapa hal yang perlu diperhatikan dalam memilih kolam.

·         Pastikan lokasi kolam terbebas dari banjir.

·         Tepian kolam diusahakan kuat dan bebas dari segala jenis jilatan dan lubang. Semua ikan dapat keluar dari kolam jika terdapat lubang dibagian pinggir kolam.

·         Kedalaman kolam tidak sampai 4 kaki disaat musim penghujan.

·         Buat kolam diarea terbuka yang langsung terkena sinar matahari.

 

2.    Pengelolaan Kolam

Ikan lele dapat dibudidayakan pada kolam yang baru maupun yang sudah lama. Namun akan lebih baik jika membudidayakan ikan lele pada kolam yang sudah berumur. Jika memang harus menggunakan kolam yang baru maka harus mengolahnya terlebih dahulu seperti pengapuran kolam pemupukan dll.

 

Fungsi pemupukan dan pengapuran sendiri adalah agar kolam menjadi lebih subur dan membunuh bakteri jahar yang terdapat didasar kolam. Dengan begitu ikan akan mendapatkan pertumbuhan yang maksimal.

 

Jika memungkinkan tutup komal dengan jaring pada saat pertama kali menebar benih ikan, agar predator seperi ular katak dll tidak masuk kedalam kolam.

 

Untuk kolam baru isi kolam dengan air dan biarkan selama 2 sampai 3 hari untuk menetralkan air dalam kolam, kemudian tebarkan benih setelahnya.

 

3.    Benih Ikan

Setelah menyelesaikan persiapan kolam maka selanjutnya adalah penebaran benih ikan. Pilih benuh ikan yang berkualitas baik atau tingi dari tempat penetasan. Banya tempat penetasan benih ikan lele yang memiliki kualitas tinggi, bebas penyakit dan sangat produktif.

 

Berikan obat anti jamur kedalam kolam setelah 2 sampai 3 hari penebaran bibit ikan. Dengan memberikan anti jamur akan menjadikan ikan kecil terbebas dari banyak jenis penyakit.

 

4.       Kepadatan Benih Ikan

Anda dapan mengunakan kolam untuk membudidayakan ikan lele saja, tapi anda juga dapan menggabungkan ikan lele dengan jenus ikan lainnya seperti ikan gurame. Jika membudidayakan ikan lele digabung dengan ikan jenis lain maka perhatikan kepadatan ikan dan mungkin akan ideal dengan takaran 2500 sampai 3000 bibit per hektar. Jika hanya ikan lele saja jumlah bibit bisa ditambahkan.

Menggabungkan ikan lele dengan ikan patin, ikan nila dll, dapat memelihara sebanyak 4000 – 5000 ikan lele per hektar.

 

Menggabungkan ikan lele dengan ikan mas juga memiliki keuntungan seperti, mengurangi jumlah gas anomia dari kolam dan memastikan lingkungan ikan sehat.

 

5.       Manajemen Pakan

Manajemen pakan juga penting untuk memaksimalkan pertumbuhan. Berikan pakan sebanyak 20% dari berat ikan yang ditebar pada kolam setiap harinya selama 10 hari pertama. Kemudian setelah 10 hari pertama bisa anda kurangi menjadi 12 – 15 persen. Setelah ikan mencapai umur sekitar 1 bulan beri makan sekitar 5% sehari sesuai berat ikan.

 

Untuk mengukur berat rata – rata ikan lele, ukur berat total 10 ekor dan bagi berat total dengan 10. Misal berat total adalah 2kg, bagi dengan 10, jadi berat rata – rata satu ikan 200g.

 

Ukur berat badan ikan dalam periode tertentu dan beri makan dua kali sehari. Selalu beri makan yang cukup sesuai dengan umur dan berat badan ikan. Juka memberi pakan kurang atau tidak cukup per harinya maka pertumbuhan ikan tidak akan maksimal.

 

Dan jika terlalu bayak memberikan makan, maka makanan sisa akan mencemari ait dan biaya makan yang besar.

 

6.       Memanen Ikan Lele

Memanen ikan lele jika memungkinkan lakukan dimalam hari, karena jika dilakukan pada siang hari atau saat cuaca  yang cerah akan menurunkan kualitas ikan dan akan mengurangi harga di pasar.

 

7.       Panghasilan

Rata – rata yang didapatkan jika disertai dengan perawatan harian dan pengelolaan yang tepat adalah berkisar 4 ton dalam waktu kurang lebih 10 bulan.

 

8.       Pemasaran

Untu emasaran ikan lele bisa dibilang sangat mudah, karena ikan lele memiliki pasar yang mapan, bahkan ikan lele dapat dengan mudah dijual di pasar lokal.

 

Ikan lele memiliki permintaan pasar dan harga yang tinggi di pasar, hampir semua orang menyukai sajian olahan ikan lele. Budidaya ikan lele juga merupakan cara yang bisa dibilang cocok untuk mendapatkan penghasilan tambahan seiring dengan pekerjaan utama, dan juga menjadi sumber yang bagus untuk memenuhi kebutuhan nutrisi keluarga.

 

Sekian Tentang Budidaya Ikan Lele, semoga dapat bermanfaat.

Mempersiapkan Tambak Udang Untuk Panen Maksimal

 

4 Persiapan Tambak Udang



Budidaya udang untuk meraup cuan yang banyak pasti tidak lepas dari tambak yang baik dan memenuhi standar. Oleh karena itu perlu melakukan persiapan pada tambak yang akan digunakan untuk berbudidaya udang, ada 4 cara dalam mempersiapkan tambak yang baik untuk membudidayakan udang agar pertumbuhan udang dapat maksimal, sebagai berikut :

1.     Pengeringan Tambak

Cara awal dalam mempersiapkan tambak udang adalah dengan mengeringkan terlebih dahulu tambak. Pengeringan tambak ini berfungsi untuk bakteri bakteri berbahaya yang terdapat pada tambak.

 

Biarkan tambak dalam kondisi kering semala kurang lebih 3 hari untuk memastikan bakteri yang ada didalam tambak sudah mati.

 

2.     Pembajakan Tambak

Setelah tambak sudah kering, selanjutnya dapat dilakukan kegiatan membajak tanah. Dengan membajak tanah maka akan dapat mengangkat lumpur dan menghilangkan bau busuk serta bisa untuk membersihkan tambak dari sampah sampah yang tenggelam didasar tambak.

 

3.     Mengembalikan kadar pH pada Tanah

Tingkat keasaman pada air dapat mempengaruhi pertumbuhan udang, bahkan pada tingkat keasaman tertentu dapat menyebabkan kematian pada udang.

 

Dalam membudidayakan udang, memerlukan ideal tingkat keasaman 7.5 hingga 8.5 pH. Pada tingkat 7.5 hingga 8.5 udang akan mencapai pertumbuhan yang cukup baik bahkan bisa dibilang pertumbuhan maksimal.

 

Namun pada umumnya, tambak memilki tingkat keasaman dibawah 7 pH, untuk memastikan tingkat pH air dalam tambak dapat menggunakan alat untuk mengukur pH atau pH meter.

 

Setelah mengetahui nilai pH pada air tambak gunakan dolomite atau kapur pertanian untuk menetralkan pH pada air.

 

Dosis dolomite atau kapur tanah :

·        pH < 4 – gunakan kapur sebanyak 500 – 1000kg/ha.

·        pH 5 - 6 – gunakan kapur sebanyak 250 – 500kg/ha.

·        pH 6 - 6++  – gunakan kapur sebanyak 100 – 250kg/ha.

Cara pengapuran pada tambak udang dapat dilakukan dengan mencampurkan kapur/dolomite secara merata, kemudian taburkan pada tambak dan diamkan selama 2 – 3 hari.

4.     Persiapan Tambak

Setelah pH pada tanah sudah normal, langkah selanjutnya adalah :

 

1.     Pemberian kарur pertanian (CаCO₃) 100 – 300 Kg/Ha, kарur tоhоr [Cа(OH)₂] 50 -100 Kg/Hа dаn Dolomit [CаMg(CO)₃] ѕеbаnуаk 200 – 300 Kg/Ha. 

2.     Pеmuрukаn оrgаnіс dеngаn рuрuk kаndаng dаn penyemprotan GDM Blасk BOS dоѕіѕ 5 Kg/Ha secara mеrаtа. 

3.     Pеmuрukаn Urea 10 m- 20 Kg/Hа, SP 36 ѕеbаnуаk 5 – 10 Kg/Ha. 

4.     Pеmbеrіаn ѕароnіn 10 – 12 ррm dаn dіаmkаn 2 – 3 hari untuk memberantas hama реnуаkіt уаng аdа dі kolam 

5.     Pеngіѕіаn аіr secara bertahap dan арlіkаѕі Suрlеmеn Orgаnіk Cаіr GDM Sреѕіаlіѕ Tаmbаk 6 lіtеr/Hа. 

6.     Penumbuhan рlаnktоn sebagai раkаn аlаmі benur/udang dеngаn арlіkаѕі rutin Suplemen Organik Cаіr GDM Sреѕіаlіѕ Tаmbаk 6 liter/Ha ѕеmіnggu ѕеkаlі.

7.     Penumbuhan рlаnktоn sebagai раkаn аlаmі benur/udang dеngаn арlіkаѕі rutin Suplemen Organik Cаіr GDM Sреѕіаlіѕ Tаmbаk 6 liter/Ha ѕеmіnggu ѕеkаlі. 

 

Sekian tips untuk mempersiapkan tambak untuk berbudidaya udang, semoga dapat bermanfaat.

Jika ada kesalahan saya mohon maaf dan bisa tambahkan koreksi pada kolom komentar.

Cara Memelihara

Senang Berbagi & Semoga Bermanfaat