Monday, 28 February 2022

Cara Budidaya Ikan Gabus yang Memiliki Banyak Manfaat

 

Cara Budidaya Ikan Gabus yang Memiliki Banyak Manfaat

 


Ikan gabus adalah jenis ikan predator yang hidup di air tawar. Ikan ini dikenal dengan banyak nama di berbagai daerah: dolak Kapuas Hulu, Kalbar, bocek dari riau, aruan, haruan (Mly., Bjn), gabus (Btw.), bogo (Sd.), bayong, bogo, licingan (Bms.), kutukan (Jw.), kabos (Mhs.), gabos (Plbg.), rutiang (bahasa Minangkabau) dan lain-lain. Dalam bahasa Inggris juga disebut dengan berbagai nama seperti snakehead umum, murrel snakehead, chevron snakehead, snakehead bergaris dan aruan. Nama ilmiahnya adalah Channa striata (Bloch, 1793).

 

Ikan gabus jantan dan betina dapat dibedakan dengan mudah. Caranya adalah dengan melihat tanda-tanda pada tubuh. Laki-laki ditandai dengan kepala lonjong, warna tubuh yang lebih gelap, lubang genital memerah dan ketika dipijat cairan putih bening. Betina ditandai dengan kepala bulat, warna tubuh yang lebih cerah, perut membesar dan lembek, ketika dipijat telur. Ibu itu laki-laki dan pasti mencapai 1 kg.

 

Memilih Indukan Ikan Gabus

Berikut beberapa tips untuk memilih indukan ikan gabus :

1.      Agar bisa dijadikan indukan, usahakan memilih ikan gabus yang sudah mencapai gonad matang. Gabus induk yang telah matang gonad biasanya berukuran 150-185 milimeter.

2.      Ciri-ciri ikan jantan dewasa dapat dilihat dari adanya titik di lubang genital. Warnanya agak kemerahan. Ketika ditekan, cairan bening akan keluar. Berat ikan ini setidaknya sekitar 1 Kg.

3.      Sementara itu, ikan betina yang telah matang gonad ditandai dengan perut membesar atau buncit dan lembek. Ciri - ciri lain adalah lubang di area genital berwarna kemerahan. Saat dipijat, perut akan mengeluarkan telur.

4.      Kematangan Gonad sangat dipengaruhi oleh usia. Ikan jantan akan mematangkan gonad terlebih dahulu daripada ikan betina. Ikan gabus jantan umumnya akan matang pada usia satu tahun. Sementara itu, ikan betina akan mengalami gonad dewasa pada usia 4 tahun.

5.      Selain usia, kematangan gonad juga dipengaruhi oleh pakan. Pakan adalah komponen penting dalam kematangan gonad ini, terutama di ovarium betina. Selain itu, pakan juga akan mempengaruhi fekocalitas dan kualitas telur.

6.      Pertumbuhan dan pematangan gonad terjadi ketika ada kelebihan energi yang diperoleh dari makanan untuk pemeliharaan tubuh.

7.      Pemeliharaan induk ikan gabus yang diperoleh dari hasil tangkapan alami dapat dilakukan di tanah, beton, atau kolam serat. Sebaiknya, Anda menggunakan kolam berukuran 8 meter × 6 meter × 1 meter.

 

 

Pemijahan Ikan Gabus

Pemijahan dapat dilakukan di bak beton atau fiberglass, dan dapat dengan mengikuti cara berikut ini :

1.      Siapkan bak beton berukuran panjang 5 m, lebar 3 m dan tinggi 1 m.

2.      Keringkan selama 3 – 4 hari.

3.      Isi dengan air hingga setinggi 50 cm dan biarkan mengalir selama pemijahan.

4.      Sebagai stimulan pemijahan, letakkan eceng gondok atau sejenisnya, untuk menutupi bagian permukaan bak.

5.      Memasukkan 30 induk betina, dan 30 indukan jantan.

6.      Biarkan ia menjajah sampai bertelur.

7.      Ambil telur dengan sekupnet halus.

8.      Telur siap ditetaskan.

Untuk mengetahui terjadinya pemijahan, dapat dilakukan pengendalian setiap hari. Telur mengapung di permukaan air. Satu induk betina dapat menghasilkan telut sebanyak 10.000 – 11.000 Butir Telur.

 

Penetasan Telur Ikan Gabus

Penetasan telur dapat dilakukan di akuarium. Dengan cara sebagai berikut :

1.      Siapkan akuarium berukuran panjang 60 cm, lebar 40 cm dan tinggi 40 cm.

2.      Isi dengan air bersih setinggi 40 cm.

3.      Pasang dua titik aerasi (dapat menggunakan Airator) dan nyalakan selama proses penetasan.

4.      Usahakan untuk pasang pemanas air hingga 28 celcius.

5.      Memasukkan telur dengan kepadatan 4 - 6 butir / cm2;

Telur biasanya akan menetas dalam waktu 24 jam. Hingga dua hari, larva tidak perlu untuk diberi makan, karena mereka masih mempunyai cdangan makanan.

 

Merawat Larva / Burayak Ikan Gabus

Pemeliharaan larva dilakukan setelah berumur 2 hari setelah menetas hingga usia 15 hari, pemeliharaan juga dapat dilakukan di akuarium yang sama tanpa harus memindahkan dengan kepadatan 5 ekor / liter.

Jika aquarium sudah terasa sempit, sebaiknya larva dapat dipindahkan ke akuarium lain. Pada usia 2 hari, larva diberi makan dalam bentuk naupli artemia dengan frekuensi 3 kali sehari. Setelah berusia 5 hari, larva dapat diberi pakan tambahan dalam bentuk daphnia 3 kali sehari, secukupnya.

Untuk menjaga kualitas air, dilakukan sifon, dengan menghilangkan kotoran dan sisa pakan serta dapat melakukan penggantian air sebanyak 50%. Sifon dapat dilakukan setiap hari, atau tergantung pada kualitas air.

 

Pendederan / Penebaran Benih untuk Pembesaran Ikan Gabus

Untuk pendederan ikan gabus bisa dilakukan di kolam tanah. Dengan cara sebagai berikut :

1.      Siapkan kolam berukuran 200 m2.

2.      Biarkan dan keringkan selama 4 - 5 hari, untuk memastikan tidak ada bakteri jahat yang dapat merusak pertumbuhan ikan.

3.      perbaiki semua bagian sisi kolam jika diperlukan, dan pastikan tidak ada lobang di pinggir kolam yang dapat menyebabkan ikan keluar dari kolam.

4.      Buat kemalir dengan lebar 40 cm dan tinggi 10 cm.

5.      Ratakan bagian dasar tanah.

6.      Masukan 5 - 7 karung kotoran ayam atau puyuh, sebagai pemupukan.

7.      Isi dengan air setinggi 40 cm dan biarkan selama 5 hari (air tidak mengalir).

8.      Tebarkan 4.000 larva ikan gabus di pagi hari,usahakan dalam kondisi cahaya yang tidak terlalu kuat.

9.      Setelah 2 hari, berikan 1 – 2 kg tepung pelet atau pelet yang sudah direndam.

Panen benih dapat dilakukan setelah usia mencapai 3 minggu.

 

Sekian Cara Budidaya Ikan Gabus yang Memiliki Banyak Manfaat, semoga bermanfaat.

No comments:
Write Comments

Cara Memelihara

Senang Berbagi & Semoga Bermanfaat